Main Area

Main

Piawai Metode Ummi dan Metode Sentra

Baru 4 bulan lamanya, Khomsatul Walidah menjadi Koordinator Ummi di TK Rumah Qur’ani Hasbunallah. Ia merasakan tanggungjawabnya bertambah dari hanya sekedar jadi guru Ummi sekarang harus menjadi  Koordinator.  Bukan perkara sepele memang menjadi koordinator Ummi di TK yang mempunyai konsumen para pejabat dan masyarakat kalangan atas ini. Di samping itu juga standar kualifikasi untuk menjadi guru di TK Hasbunallah ini ada dua, yaitu harus berkompeten dalam metode Ummi sekaligus mengajar dengan keahlian pendekatan Sentra.

Pendekatan Sentra adalah pembelajaran untuk anak usia dini yang dilakukan dengan cara menyenangkan melalui bermain. Anak belajar tentang beraneka macam konsep-konsep. Selama bermain anak mendapatkan pengalaman untuk mengembangkan aspek-aspek atau nilai-nilai moral, fisik, motorik, bahasa, sosial, emosional dan seni. Tidak terkecuali anak TK Hasbunallah di samping mempelajari aspek tersebut juga diperkenalkan dengan Al Qur’an dan penanaman akhlak Islami.

Ibu Guru berdarah Jawa ini mengaku sampai sekarang dirinya terus belajar dan belajar dalam menghadapi anak-anak yang masih layak disebut untuk datang bermain. Bermain sambil belajar, itulah tepatnya.

 “Karakter dan adat anak itu sungguh berbeda-beda dan kita perlu menyelami dunia mereka, tidak bisa kita paksakan keinginan kita untuk mereka ikuti. Diperlukan kesabaran ekstra untuk bisa memahami karakter anak satu per satu,” jelasnya membuka perbincangan.

Mulai bergabung di TK Rumah Qur’ani Hasbunallah yaitu pada tahun 2012, karena pada dasarnya ia amat menyukai anak kecil. Menurutnya dengan menyukai anak kecil sekaligus menyelami dunianya banyak sudah pengalaman yang didapat. Berbagai macam type anak ditemui yang menuntut kesabaran ekstra lagi.


“Anak yang satu dengan lainnyaberbeda, dalam menghadapinya kita harus menjaga emosi. Sebab kalau emosi kita keluar ya sudah kelar.  Jangan sampai salah menghadapi anak semuanya perlu penjiwaan dalam menghadapinya, “ jelasnya.

Ida menambahkan, bahwa pentingnya untuk menanamkan akhlak yang baik di samping menyiapkan mengajinya yang baik pula. Inilah hal penting yang harus ada sejak mereka kecil dan pendidikan ini harus sinkron sejalan dengan contoh yang diberikan dari orang tua di rumah.

Seperti penanaman pembiasaan menyebutkan kata permisi, maaf, terima kasih dan menghormati orang yang lebih tua. Ini penting dan fundament sekali sebagai bekal mereka dewasa nanti dengan akhlak Islami yang selalu terjaga.   

Berlatar belakang pendidikan pesantren dengan melanjutkan pendidikan S1 PAUD, ia mengakui bahwa kendala yang masih sampai sekarang  menjadi permasalahan TK Hasbunallah adalah masih kurangnya tenaga pengajar. Dirinya sebagai Koordinator Ummi di TK Hasbunallah selalu menghadapi kesulitan manakala untuk menempatkan posisi guru pada kelompok mengaji.

Namun seiring berjalannya waktu, TK Hasbunallah selalu memberikan pembinaan rutin kepadaguru-guru barunya. Selalu berusaha menstandartkan bacaan mengaji sesuai dengan standart bacaan metode Ummi. Lewat pembinaan kepada guru-guru dalam waktu 2 kali seminggu yaitu hari Selasa dan Kamis.

Kreatifitas dalam mengajar Ummi

Anak TK itu belajar dari hal yang konkret kemudian ke abstrak. Penggunaan tambahan media-media kreatifitas dalam mengajarkan Ummi amat diperlukan. Seperti tambahan alat-alat peraga dan bercerita yang menyenangkan. Semuanya bertujuan untuk mendukung suasana pembelajaran Al Qur’an  lebih menyenangkan. Utamanya menghadirkan suasana bermain dalam pengajaran Al Qur’an.

“Karena jika kita para gurunya kurang telaten selalu menekan pembelajaran Al Qur’an kepada anak-anak, yang ada hasilnya malah sebaliknya. Jilid 1 saja ada  kelompok yang memakan waktu sampai ber-bulan-bulan. Di karenakan kurangnya penanaman konsep dan kurang telatennya dari guru,” katanya.

Tidak hanya itu saja guru juga harus dapat mengetahui dan mencari dimana letak penyebab anak belum bisanya. Guru wajib menemukan penyebabnya. Karena tidak ada anak yang tidak bisa, yang ada itu adalah belum mendapatkan guru yang tepat dalam menyampaikan, guru mengajarnya kurang kreatif dan kurang gereget. Ada tahapan yang terlewatkan dan kurang kuat.

Ida melanjutkan, hal inilah yang selalu menjadi tugasnya memasangkan guru yang cocok untuk di kelompok yang mana. Dengan terus mempersiapkan kemampuan guru-guru dalam metode Ummi.

Namun sebaliknya, ada perasaan bahagia dan sangat senang yang tidak tergantikan dengan apapun, ketika melihat anak-anak berhasil. Keberhasilan yang dimiliki anak adalah keberhasilan para guru. Dapat diartikan ada kesuksesan guru dalam menyampaikan konsep yang benar kepada anak.

TK Rumah Qur’ani Hasbunallah akan melaksanakan Hubbul Qur’an untuk yang kedua kalinya. Untuk yang tertinggi tahun ini adalah pada tingkat Al Qur’an. [far]

2019 Ummi Foundation. All rights reserved. Designed by CreativeTim.