Main Area

Main

Turjuman Quran Ummi Foundation Program Pasca Tartil Ummi

Belajar Mudah Terjemah Al Qur’an Metode Ummi

Rasa syukur yang tiada habisnya selalu kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah membimbing metode Ummi sehingga dapat menjadi kepercayaan masyarakat untuk menggunakan metode kami dalam pembinaan pembelajaran Al Qur’an.
Animo pecinta Al Qur’an semakin tinggi, hal ini memicu Ummi Foundation untuk terus mengembangkan diri dalam proses pembelajaran Al Qur’an khususnya program pasca Tartil (pembacaan Al Qur’an dengan tidak terburu-buru) dan Tahfidz (menghafal). Kesadaran akan membaca Al Qur’an dengan baik dan benar saja tidak cukup, maka diperlukan program pembelajaran yang dapat tetap menjaga standart pembacaan Al Qur’an dan cara pengamalan Al Qur’an agar ilmu yang kita dapatkan juga dapat dirasakan atau bahkan kembali diamalkan oleh orang lain.

Adanya buku Turjuman Al Qur’an Ummi Foundation ini bertujuan untuk tetap menjaga tartil dan tahfidz yang sudah didapatkan seblumnya sekaligus memantapkan pembelajaran Al Qur’an sehingga harapannya dapat diamalkan kembali. Merupakan salah satu kontribusi yang diberikan oleh Ummi Foundation untuk terus mencetak generasi yang Qur’ani.

Penamaan Turjuman Al Qur’an
Turjuman Al Qur’an mengingatkan kita tentang sesosok seorang sahabat yaitu Ibnu’Abbas. Beliau adalah orang yang tegas berbudi luhur, ketika rosulullah masih hidup beliau pernah mendo’akannya “ Ya Allah ajarkanlah kepadanya kebijaksanaan, dan do’anya lagi Ya Allah jadikanlah ia pandai tentang agama dan ajarilah ia Ta’wil atau Tafsir Al-Qur’an “.
Diceritakan dari Mujahid bahwa beliau pernah mendapatkan beberapa julukan Albahr ( samudera ) sebutan ini ditunjukkan pada beiau sebab keluasan Ilmunya. Diceritakan dari Ibnu Hanafiyah beliau juga dijuluki Alhabr ( orang yang sangat alim ). Diriwayat lain beliau juga dijuluki Alhibr (si tampan) karena Abu Bakroh berkata Abdullah bin Abbas datang pada kami di Basrah “ tiada orang dikalangan bangsa arab yang seperti dia mengenai tubuhnya, ilmunya, ketampananya dan kesempurnaanya “ Dan beliau juga dijuluki dengan Tarjuman Al-Qur’an ( juru bicara Al-Qur’an ) karna beliau menguasai Al-Qur’an. Semoga kita dapat menjadikan beliau sebagai teladan yang dapat kita contoh agar kita menjadi orang yang lebih baik lagi kedepannya, baik dalam bidang pembelajaran Al Qur’an ataupun dalam bidang lainnya.

Spesifikasi Buku Turjuman Al Qur’an dan Pembelajarannya
Buku Turjuman Al Qur’an Metode Ummi terdiri dari 9 jilid. Pada setiap jilidnya terbagi menjadi beberapa pokok bahasan, antara lain :

  • Jilid 1-2 : Pokok bahasan yang terdapat pada jilid ini adalah “ Bacaan Sholat “
  • Jilid 3 : Pokok bahasan pada jilid ini adalah “ Doa Sehari-hari “
  • Jilid 4-5 : Pokok bahasan pada jilid ini adalah “ Juz A mma pilihan “
  • Jilid 6-9 : Pokok bahasan pada jilid ini adalah “ Juz 1 “
  • Ditambah 4 jilid buku pengayaan (terjemah ayat tematik : Sains, Ibadah, Akidah dan Akhlaq.
    Setiap buku terdapat pokok bahasan, pemahaman materi, materi bahasa arab untuk jilid 5-9, latihan Tarjamaah Lisan, Per Kata dan Kalimat, kisah / hikmah, serta tugas amaliah.

Turjuman Al Qur’an Metode Ummi

  • Setiap kelas terdiri dari 10 – 15 murid dengan seorang guru
  • Setiap murid harus melalui tahapan tiap jilid dengan standart yang telah ditentukan.
  • Murid diperbolehkan melanjutkan ke tahap berikutnya jika benar-benar menguasai, lancar, tidak salah dalam menerjemahkan secara lisan dan menjawab soal lisan berkaitan dengan intisari serta kisah.
  • Ujian naik jilid/naik tingkat diacak dan sebaiknya melalui koordinator / penguji
  • Untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal dalam proses belajar sebaiknya dibantu dengan alat peraga.

 

Profil Pengguna Turjuman

 

 

2019 Ummi Foundation. All rights reserved. Designed by CreativeTim.