Mengubah Matematika Menjadi Petualangan Seru melalui Friendly Math Ummi

Publikasi:
26.8.2026

Mengubah Matematika Menjadi Petualangan Seru melalui Friendly Math Ummi

Pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari keunggulan spiritual anak didik, tetapi juga dari ketajaman bernalar dalam memecahkan masalah kehidupan sehari-hari. Berangkat dari komitmen terhadap mutu pendidikan bangsa, Ummi Foundation menyelenggarakan Webinar Pendidikan bertema “Friendly Math Ummi: Mengubah Belajar Matematika Menjadi Petualangan yang Mudah, Seru, dan Menyenangkan”.

Kegiatan yang berlangsung secara daring ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan, khusunya pengguna metode ummi, terbukti dari jumlah pendaftar yang mencapai 800 peserta. Webinar ini hadir sebagai bentuk kepedulian serta penguatan berkelanjutan (support system) bagi sekolah-sekolah pengguna metode Ummi yang telah sukses membina Al-Qur'an dan karakter para siswanya.

Komitmen Keseimbangan, Baik Mengaji, Baik Pula Matematika dan Sains

Acara diawali dengan sambutan dari Drs. H. Masruri, M.Pd. selaku Direktur Ummi Foundation. Dalam arahannya, beliau menegaskan visi besar di balik pengembangan program Friendly Math Ummi. Ummi Foundation merancang integrasi keunggulan agar sekolah-sekolah tidak hanya melahirkan generasi yang fasih membaca Al-Qur'an dan tertib sholatnya, tetapi juga tangguh dalam bidang matematika, sains, dan literasi. "Bagi sekolah yang mengaji Al-Qur'annya sudah baik dan ibadah sholatnya sudah tertib, maka kemampuan matematika serta sainsnya juga harus berbanding lurus, termasuk kemampuan literasinya," tegas Drs. H. Masruri, M.Pd.

Kepedulian ini didasari oleh realitas capaian pendidikan nasional. Hasil asesmen PISA yang dirilis oleh OECD menempatkan Indonesia pada urutan ke-70 dari 81 negara. Fakta ini diperkuat oleh data Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk matematika SD, di mana rata-rata nasional hanya mencapai angka 43. Padahal, standar ketuntasan belajar matematika yang ideal minimal berada pada angka 80. Berangkat dari pelatihan matematika secara luring (offline) yang telah dilaksanakan sebelumnya, webinar ini diselenggarakan untuk menyampaikan langkah konkret serta strategi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan matematika secara nasional.

Perspektif Pakar dan Praktisi, Harmoni Logika dan Seni Mengajar

Sesi pemaparan materi menghadirkan tiga narasumber yang mengupas matematika dari sudut pandang akademis, metodologis, hingga aplikatif di ruang kelas:

  1. Prof. Dr. Abadi, M.Sc. (Doktor Matematika Terapan Utrecht University Belanda (2003) & Guru Besar FMIPA UNESA).
    Memberikan wawasan mendalam mengenai Proses Matematis vs. Kemampuan Matematis Dasar. Beliau menguraikan keterkaitan erat antara penalaran matematika, pemecahan masalah (problem solving), pemahaman konten, kontekstualisasi dunia nyata, serta keterampilan penalaran.
  2. Drs. Suyanto, M.Pd. (Magister Teknologi Pembelajaran UM & Ketua KKGMI 2013–2016, Berpengalaman 20 Tahun)
    Mengibaratkan guru matematika sebagai seorang konduktor hebat dalam sebuah orkestra. Guru bertugas membawakan pembelajaran matematika dengan penuh harmoni, merajut susunan angka dan simfoni logika menjadi seni mengajar yang intuitif dan berbasis ketulusan hati.
  3. Eka Ima Mirawati, S.Pd. (Guru Praktisi Pembelajaran)
    Membagikan dampak luar biasa dari penerapan Friendly Math Ummi secara langsung di ruang kelas. Beliau memperlihatkan bagaimana pendekatan berbasis metode Ummi ini mampu mengubah kecemasan siswa terhadap matematika menjadi petualangan belajar yang interaktif dan menyenangkan.

Sinergi Berkelanjutan Melalui Metode Ummi

Sesi webinar dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab interaktif. Para peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung mengenai tantangan pengajaran di lapangan dan strategi mengimplementasikan konsep Friendly Math Ummi.

Melalui integrasi nilai-nilai kebaikan dan inovasi pembelajaran berbasis metode Ummi, Ummi Foundation berharap ketercapaian nilai matematika nasional tidak lagi menjadi beban, melainkan petualangan intelektual yang disambut gembira oleh seluruh anak didik di Indonesia.