
Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ummi Foundation menyelenggarakan kegiatan kajian keislaman yang berlangsung secara khidmat. Acara ini dilaksanakan secara hybrid, mengkombinasikan kehadiran secara offline serta live streaming melalui kanal YouTube resmi untuk menjangkau seluruh pengurus, koordinator daerah, para guru Qur'an dan komunitas Metode Ummi di berbagai daerah.
Suasana kehangatan dan rasa cinta kepada Rasulullah SAW sudah terasa sejak awal acara yang dibuka dengan lantunan shalawat bersama. Pembacaan shalawat yang bergema menambah kekhusyukan seluruh hadirin baik yang berada di lokasi maupun yang menyimak secara daring.
Sambutan Pimpinan Ummi Foundation
Acara dilanjutkan dengan sambutan resmi pimpinan Ummi Foundation yang diwakili oleh Dr. H. AB. Musyafa` Fathoni, M.Pd.I selaku Direktur SDM Ummi Foundation. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan mendalam terkait makna peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW:
"Semoga dengan apa yang kita lakukan hari ini dengan berbahagia memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW kemudian dengan amaliyah kita, khususnya dalam menjalankan dakwah Al-Qur'an melalui lembaga Ummi ini, betul-betul menjadi bukti bahwa kita mencintai Rasulullah, menjadi bukti bahwa kita mengikuti sunnah Rasulullah, dan menjadi wasilah untuk mendapatkan syafaat beliau."
Dua Sifat Mulia Pewaris Rasulullah
Puncak acara diisi dengan kajian utama bersama Dr. KH. Mudawi Ma'arif, Lc, M.H.I Al-Hafidz selaku Pembina Ummi Foundation. Dalam paparan kajiannya, beliau menekankan pentingnya dua sifat mulia yang harus melekat pada diri orang-orang beriman, khususnya para pengajar Al-Qur'an sebagai pewaris dakwah Rasulullah SAW, yaitu sabar dan syukur.
Beliau menjelaskan bahwa dengan kesabaran, seseorang akan mampu melewati berbagai kesulitan—baik kesulitan berupa musibah, kesabaran dalam mempertahankan ketaatan melalui program pembelajaran Al-Qur'an saat menghadapi peserta didik yang beragam kemampuannya, maupun kesabaran dalam menjauhi kemaksiatan. Kesabaran inilah yang menjadikan seorang hamba mampu istiqomah hingga layak mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat.
Sementara itu, rasa syukur atas nikmat Allah SWT akan menjaga diri dari sikap sombong dan congkak, sehingga mengantarkan hamba pada jaminan pasti berupa tambahan nikmat dari Allah SWT.
Petunjuk Al-Qur'an dan Keagungan Hari Lahir Nabi
Untuk meraih dua sifat mulia tersebut, beliau mengutip petunjuk Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Ibrahim ayat 5:
وَذَكِّرْهُم بِأَيَّامِ اللَّهِ
"Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah." (QS. Ibrahim: 5)
Yang dimaksud dengan "hari-hari Allah" adalah hari-hari besar penuh nikmat-Nya. Beliau menegaskan bahwa tidak ada nikmat terbesar yang Allah turunkan kepada umat manusia yang mengalahkan nikmat dilahirkannya Nabiyullah Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi yang telah dicatat sebelum beliau dilahirkan, sosok yang dipanjatkan dalam doa Nabi Ibrahim AS, serta menjadi kabar gembira yang disampaikan oleh Nabi Isa AS sebagaimana firman Allah dalam QS. As-Saff:
وَمُبَشِّرًابِرَسُولٍ يَأْتِي مِن بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ
"...dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." (QS. As-Saff: 6)
Bahkan, begitu agungnya kedudukan Rasulullah SAW, Allah SWT sampai bersumpah atas nama usia beliau dalam Al-Qur'an Surat Al-Hijr:
لَعَمْرُكَ إِنَّهُمْ لَفِي سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُونَ
"Demi umurmu (wahai Muhammad), sungguh mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)." (QS. Al-Hijr: 72)
Mengutip riwayat dari Ibnu Abbas RA, tidak pernah Allah bersumpah demi hidup dan usia seorang pun kecuali hanya sekali, yakni demi usia Nabi Muhammad SAW.
Oleh karena itu, kebahagiaan atas lahirnya Nabi Muhammad SAW adalah hal yang utama. Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan bahwa Iblis berteriak sedih dan putus asa hanya pada 4 peristiwa: ketika dilaknat Allah, ketika diusir dari surga, ketika Rasulullah SAW dilahirkan, dan ketika Surat Al-Fatihah diturunkan. Maka, tidak ada yang bersedih atas lahirnya Rasulullah kecuali Iblis.
Menjaga Majelis Al-Qur'an
Di akhir kajian, KH. Mudawi Ma'arif mengajak seluruh keluarga besar Ummi Foundation untuk membuktikan kebahagiaan dan cinta kepada Nabi Muhammad SAW dengan menjadi umat yang siap dan setia meneruskan perjuangan Nabi Muhammad SAW, yaitu dengan konsisten menjaga majelis-majelis Al-Qur'an.
Sebab, sebaik-baik majelis adalah majelis Al-Qur'an, di mana orang-orang di dalamnya tidak akan merasakan kejenuhan, dan pengulangan ayat yang terus-menerus justru akan menambah keindahan pada diri. Menjaga majelis Al-Qur'an melalui Metode Ummi adalah ikhtiar nyata untuk membuktikan bahwa kita adalah orang-orang mukmin yang sungguh-sungguh bahagia atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Tayangan ulang seluruh rangkaian acara dan kajian ini dapat disimak kembali melalui tautan resmi: https://youtube.com/live/da72jt4zfuk?feature=share