
Ummi Foundation sukses menyelenggarakan Webinar Pendidikan bertajuk “Strategic Planning for School Leaders, Dari Visi ke Aksi, dari Program ke Dampak Nyata bagi Murid” pada Kamis, 05 November 2026. Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh sekitar 550 peserta, yakni Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah dari lembaga pengguna Metode Ummi.
Acara diawali dengan pembacaan tilawah Al-Qur'an dan dilanjutkan dengan sambutan pembuka oleh Direktur Utama Ummi Foundation, Ustadz Masruri. Dalam pengantar tersebut, beliau menyoroti data rilis PISA dari OECD terkait tantangan kualitas pendidikan di Indonesia.
Berangkat dari kondisi ini, Ummi Foundation berkomitmen mengambil peran dalam peningkatan kepemimpinan sekolah, matematika, dan sains untuk mendorong mutu sekolah pengguna Metode Ummi. Peningkatan mutu lembaga diyakini akan lebih efektif jika dimulai dari peningkatan kapasitas pimpinan sekolahnya. Sebagai bentuk keberlanjutan, Ummi Foundation juga mengumumkan kerja sama dengan Marshall Cavendish Education Singapura untuk menyelenggarakan program pelatihan kepemimpinan tersertifikasi bagi para pimpinan sekolah.
Pada sesi materi pertama, Dr. Sodikin, S.Pd., M.Pd. DMS. (Direktur Pendidikan & Sosial Mahya Foundation) memaparkan pentingnya membedakan antara sekadar dokumen dengan aksi berdampak. Beliau menegaskan bahwa perencanaan tanpa pelaksanaan hanya akan berakhir menjadi dokumen berdebu, sedangkan pelaksanaan tanpa arah hanyalah kesibukan yang menghabiskan energi. Pemimpin sekolah diibaratkan sebagai nahkoda yang harus jeli menganalisis kondisi, melakukan asesmen sumber daya, merumuskan tujuan, hingga mengukur dampak setiap program terhadap perkembangan siswa. Di akhir solusinya, Dr. Sodikin mengajak para kepala sekolah untuk melakukan refleksi diri, agar mampu melahirkan generasi Qur'ani yang berilmu, berakhlak, dan mandiri, seorang pimpinan harus terlebih dahulu menjadi teladan atas nilai-nilai tersebut.
Sesi kedua menghadirkan Tri Turturi FarahMeswary, BBA, MBA. (Business Development Director Marshall Cavendish Education, Singapura). Beliau menekankan bahwa proses pendidikan harus mampu menghadirkan ruang agar setiap siswa dapat berkembang secara optimal. Poin krusial yang disampaikan adalah transformasi pimpinan sekolah dari sekadar sibuk menjadi berdampak (moving from busy to impactful). Perencanaan strategis yang berhasil bukan diukur dari seberapa sibuk agenda seorang kepala sekolah, melainkan seberapa besar kontribusi nyata yang dihasilkan bagi kemajuan guru, murid, hingga orang tua murid di lembaganya.
Melalui agenda ini, Ummi Foundation berharap para pemimpin lembaga pendidikan dapat terus bertransformasi dan melangkah bersama dalam mewujudkan pengelolaan sekolah Islam yang profesional, terarah, dan berdampak nyata bagi masa depan murid.